Guru
Aku datang tanpa muka
Karena jika ku bawa
Aku takut engkau akan muntah
Melihat wajah penuh nanah
Guru
Di bawah cangkupmu
Aku berlabu
Mengharap sentuhmu
Kelupas legamku
Guru
Aku percaya
Dalam dekapan tanah
Kau masih bisa menyapa
07 - Dzul Qo’dah - 1430
Pesarean Sayyid Sulaiman Mojoagung jombang.
Kuasa Kita Akan Kata Hanyalah Sementara Maka bicaralah sebelum kau tak lagi bersuara
26 Okt 2009
20 Okt 2009
ada apa ini?

ada apa ini?
hujan datang pagi hari
saat aku hendak pergi
ada apa ini?
aral melintang
selalu datang menghadang
ada apa ini?
hujan pergi siang hari
saat aku patah hati
ada apa ini?
tak ada rintang
sedang ia hilang
ada apa ini?
hujan kembali sore hari
saat aku semangat lagi
ada apa ini?
di depan gawang
aku masih gamang
ada apa ini?
hujan pergi malam hari
saat aku telah mati
ada apa ini?
aku pulang
tanpa kembang
17-syawal-1430
17 Okt 2009
Gombalku

Maaf
tak ada puisi untukmu
karena kata-kata tak juga muncul batang hidungnya
untuk saat ini
biarkan aku menggombal
merayumu dengan kain lusuh
atau jika perlu
kuberi kau tai
hingga keluar caci maki
hingga kau kejar aku
dengan segenggam batu
aku akan lari
berputar-putar di situ
sampai letih kau buru aku
kan kubuang gombalku
kau rayu kau dengan kertas tisu
tuk usap keringatmu.
.....
hei lihatlah
batang hidung kata-kata
muncul tanpa suara
Sidogiri: 19 Syawal 1430
16 Okt 2009
MEMILIKIMU
15 Okt 2009
di Lembar Arsy
di lembar arsy
tergolek
merangkak
berdiri
berlari
mati
adalah jemari waktu
yang mencatatku
dalam buku semesta
aku terdampar
di langgar tanpa dampar
di ruang tak berdinding
mengkaji prasasti diri
dengan huruf-huruf
yang meloncat
ke mataku
sendiri,
menuntutku tuk merunutnya,
membacanya
;tanpa kornea
terseret aku
dalam linang
yang mustahil
dijala
dan...
bisik udara
bunyikan arti
pun tak buatku sangsi
kerna
di lembar arsy
telah terukir
TAKDIR
tergolek
merangkak
berdiri
berlari
mati
adalah jemari waktu
yang mencatatku
dalam buku semesta
aku terdampar
di langgar tanpa dampar
di ruang tak berdinding
mengkaji prasasti diri
dengan huruf-huruf
yang meloncat
ke mataku
sendiri,
menuntutku tuk merunutnya,
membacanya
;tanpa kornea
terseret aku
dalam linang
yang mustahil
dijala
dan...
bisik udara
bunyikan arti
pun tak buatku sangsi
kerna
di lembar arsy
telah terukir
TAKDIR
17 Agu 2009
Hingga Sekarang
Karena embun pagi begitu bening
Untukmu
Ku titipkan rinduku pada embun
Ternyata
Sampai siang ini
Kau tak juga datang
Dan embun pagi
Hilang
Karena matahari bersiar terang
Untukmu
Kutitipkan rinduku pada siang
Ternyata
Sampai senja ini
Kau tak juga datang
Dan sinar matahari
Hilang
Karena senja begitu indah
Untukmu
Kutitipkan rinduku pada senja
Ternyata
Sampai malam ini
Kau tak juga datang
Dan indahnya senja
Hilang
Karena malam begitu tentram
Untukmu
Kutitipkan rinduku pada malam
Ternyata
Sampai pagi ini
Ku tak juga datang
Dan tentramnya malam
Hilang
Lalu kemana kan kubawa rinduku
Jika waktu tak lagi bersekutu
Dan kamu…
Entahlah.
Untukmu
Ku titipkan rinduku pada embun
Ternyata
Sampai siang ini
Kau tak juga datang
Dan embun pagi
Hilang
Karena matahari bersiar terang
Untukmu
Kutitipkan rinduku pada siang
Ternyata
Sampai senja ini
Kau tak juga datang
Dan sinar matahari
Hilang
Karena senja begitu indah
Untukmu
Kutitipkan rinduku pada senja
Ternyata
Sampai malam ini
Kau tak juga datang
Dan indahnya senja
Hilang
Karena malam begitu tentram
Untukmu
Kutitipkan rinduku pada malam
Ternyata
Sampai pagi ini
Ku tak juga datang
Dan tentramnya malam
Hilang
Lalu kemana kan kubawa rinduku
Jika waktu tak lagi bersekutu
Dan kamu…
Entahlah.
Langganan:
Postingan (Atom)

