30 Mar 2010

Berubah

…
Bunga lili yang menghiasi bibirmu kini sudah layu
Tak lagi segar seperti musim semi tahun lalu
Tapi bunga lili bukanlah bunga musiman yang ikut jatuh ketika musim gugur
Dan harus menuggu enam bulan lagi untuk kembali merekah
…
Kau telah berubah

27 Nov 2009

iwan

Genangan Hujan
(Iwan Fals)

Sampai dimana aku tak tahu
Yang aku tahu terus melangkah menerjang bosan
Banyak cerita yang telah kita temui
Pasti berarti walau kadang tak peduli

Berkaca pada genangan hujan
Semerbak harum bunga-bunga liar
Senda gurau binatang malam
Mengantarku ke pembaringan

Bila ingin mengganggu kuhampiri kamu
Bila rindu bertalu aku disampingmu
Kuselimuti dengan semangatku
Lalu kukisahkan mimpi yang sederhana

Telah kuminta kau untuk menemani
Perjalanan ini sudah terjadi
Jangan berpikir kapan akan berakhir
Aku bergelora kurasa kaupun bahagia

Berkaca pada genangan hujan
Semerbak harum bunga-bunga liar
Senda gurau binatang malam
Mengantarku ke pembaringan

takbir

allahuakbar
allahuakbar
allahuakbar
laailaha illallahu allahuakbar
allahuakbar
walillahilhamd

kujungkir
kepala kerdil
di dasar takbir

kupugar
segala kekar
dihadapan akbar

Idul adha 1430 H

2 Nov 2009

Surga 3x4 cm

inilah surga
tanpa istana megah
tanpa bebungaan aneka warna
tanpa tanpa sungai tiga rasa

inilah surga
yang hanya dengan memandang aku akan kenyang
yang hanya dengan memandang dahagakupun hilang
inilah surga 3x4 cm

inilah surga
dengan satu bidadari
ya... kaulah Iq bidadari itu.
sepasang mata berbinar yang membuatku berdebar-debar
senyum terkulum yang membuat jakunku naik turun
bibirmu, hidungmu, pipimu, ....

ah inikah surga?

Iq, masih kusimpan foto 3x4 mu

KaCaUbAlAu

di kaca:
kulihat kau
padahal aku

di kaca:
aku bercermin
terpantul dirimu

di kaca:
kau apa aku sih?

di kaca:
Balau

...ah KaCauBalAu...!!!

1 Nov 2009

Lubang

abjad-abjad yang meloncat
di atas batu-batu bisu
berbuah lubang
lubang yang tak mungkin ditambal
seperti bilik yang kau tinggalkan
dengan kunci tanpa gigi

27 Okt 2009

Sekedar Kader

Kiyai
Ini aku
Kadermu yang keder
Menerima toggak estafet perjuanganmu
Tak mampu cerahkan redup sembilan bintangmu
Tak mampu hijaukan gersang bumimu
Tak rekat di tambangmu.

Ini aku
Kader NU yang masih sekedar.

08 – Dzul Qo’dah – 1430
Pesarean KH Hasyim Aysari Tebuireng Jombang

26 Okt 2009

Mengharap Sentuhmu

Guru
Aku datang tanpa muka
Karena jika ku bawa
Aku takut engkau akan muntah
Melihat wajah penuh nanah

Guru
Di bawah cangkupmu
Aku berlabu
Mengharap sentuhmu
Kelupas legamku

Guru
Aku percaya
Dalam dekapan tanah
Kau masih bisa menyapa

07 - Dzul Qo’dah - 1430
Pesarean Sayyid Sulaiman Mojoagung jombang.

20 Okt 2009

purnamaku


walau telah hadir
bulan baru di sisiku
ternyata
kau masih PURNAMAKU

ada apa ini?


ada apa ini?
hujan datang pagi hari
saat aku hendak pergi

ada apa ini?
aral melintang
selalu datang menghadang

ada apa ini?
hujan pergi siang hari
saat aku patah hati

ada apa ini?
tak ada rintang
sedang ia hilang

ada apa ini?
hujan kembali sore hari
saat aku semangat lagi

ada apa ini?
di depan gawang
aku masih gamang

ada apa ini?
hujan pergi malam hari
saat aku telah mati

ada apa ini?
aku pulang
tanpa kembang

17-syawal-1430

17 Okt 2009

Gombalku


Maaf
tak ada puisi untukmu
karena kata-kata tak juga muncul batang hidungnya

untuk saat ini
biarkan aku menggombal
merayumu dengan kain lusuh
atau jika perlu
kuberi kau tai
hingga keluar caci maki
hingga kau kejar aku
dengan segenggam batu

aku akan lari
berputar-putar di situ
sampai letih kau buru aku

kan kubuang gombalku
kau rayu kau dengan kertas tisu
tuk usap keringatmu.

.....
hei lihatlah
batang hidung kata-kata
muncul tanpa suara

Sidogiri: 19 Syawal 1430

16 Okt 2009

MEMILIKIMU


Memandangmu...
memandang tulang
yang dulu hilang

adakah kau igaku dulu?
dan jika benar itu
maka biarkan aku menyentuhmu
merangkulmu
MEMILIKIMU

15 Okt 2009

di Lembar Arsy

di lembar arsy
tergolek
merangkak
berdiri
berlari
mati

adalah jemari waktu
yang mencatatku
dalam buku semesta

aku terdampar
di langgar tanpa dampar
di ruang tak berdinding
mengkaji prasasti diri
dengan huruf-huruf
yang meloncat
ke mataku
sendiri,
menuntutku tuk merunutnya,
membacanya
;tanpa kornea

terseret aku
dalam linang
yang mustahil
dijala

dan...
bisik udara
bunyikan arti
pun tak buatku sangsi
kerna
di lembar arsy
telah terukir
TAKDIR

17 Agu 2009

Hingga Sekarang

Karena embun pagi begitu bening
Untukmu
Ku titipkan rinduku pada embun
Ternyata
Sampai siang ini
Kau tak juga datang
Dan embun pagi
Hilang

Karena matahari bersiar terang
Untukmu
Kutitipkan rinduku pada siang
Ternyata
Sampai senja ini
Kau tak juga datang
Dan sinar matahari
Hilang

Karena senja begitu indah
Untukmu
Kutitipkan rinduku pada senja
Ternyata
Sampai malam ini
Kau tak juga datang
Dan indahnya senja
Hilang

Karena malam begitu tentram
Untukmu
Kutitipkan rinduku pada malam
Ternyata
Sampai pagi ini
Ku tak juga datang
Dan tentramnya malam
Hilang

Lalu kemana kan kubawa rinduku
Jika waktu tak lagi bersekutu
Dan kamu…


Entahlah.

26 Jul 2009

Gerhana


For my parent

Pernah kukencingi bulan
dan kuberi tai marahari
mereka malah tertawa
tangiskupun tumpah

saat rasi bintang menggangguku
aku cari aman di ketiak bulan
saat awan mengeroyokku
aku lari sembunyi di pantat matahari

ah...
masa-masa itu
saat aku nyaman ditimang bulan
saar aku asik dipanggul matahari

ha!
aku malah jadi gerhana

.....
pak, buk
maafkan anakmu
ini

15 Jul 2009

Mereda Malam


Aku
Mereda malam...
meniti senja...
kala mentari menjauh..
aku terpaku...
menangisi awan kelabu...
yang menutupi langit...
diterpa angin jahil yang merobek robek sukaku...
aku terdiam...
tengadah...
terpuruk oleh tangan tangan tak terlihat...
teriakanku...
merusak batinku...
adakah lagi...
mentari merah yang pasti untukku
yang menghidupkan lagi...
segala anganku...
mencintaimu...

14 Jul 2009

katak

ketika ketiakku teriak
katak-katak-katak

katak-katak bungkam
tak terima omomngan ketiak

ADIKKU


Tibatiba... ... ...
Alismu tersambung
Pipimu hilang lesung
menggembung
Sembunyikan hidung Yang tak mancung
Dari balik kerudung
Terdengar pelan meraung
Dik... Kau hobi nangis.

Tibatiba... ... ...
Terbesit sinar
Matamu berbinar
Hidungmu mekar
Bibir melebar
Dari balik cadar
Terdengar gelak menggelegar
Dik... kau juga suka tertawa.

Tingtungting
___sendok dan piring
Nyamnyimnyam
___Mulut mengenyam
Kriukruikriuk
___Suara kerupuk
Habis sebaki
___kemana nasi hendak dicari?
Habis seloyang
___kau tak juga kenyang
Dik... kau doyan makan.

Waduh... asin banget
aich... kurang sedap
Wah... Gosong!!!
Dik.. Kau tak pintar masak

Lalu
senyap
Tak ada suara
Hanya dengkur menyapa
Dik... kau tukang tidur

Dik...
Mestinya kuberi kau sangu
Lalu tenang
Kau pergi berguru
Nyatanya
Di usiaku yang lebih dua puluh
Aku sama denganmu
Jadi beban ayah ibu
Bahkan Lebih dari itu.

Dik...
Harusnya kuberi kau teladan
Lau kau ikuti jalan
Tanpa takut ada sandungan
Nyatanya
Aku sendiri masih BeRaNtAkAn

Dik...
Sepatutnya kuberi kau nasihat
Bahwa:
ini baik itu buruk
Bahwa:
ini benar itu salah
Bahwa:
ini manfaat itu mudzarat
Nyatanya
Aku masih buta
Pada warna
Pada arah
Pada segala

Dik...
Pernah ada tanya
Pantaskah aku jadi pengganti ayah?
Sedang lakuku
Jauh dari norma
Jauh dari harapnya
Jauuuh
Sejauh rindu pada waktu

Dik..
Selaksa harap ayah dan ibu
Ada di pundak ku
(Juga pundakmu)
Pundak kakak
Pundak adik
Pundak kita anak-anaknya
Mampukah kita memikulnya?

Dik...
Yang di sana
Biarlah di sana
Yang di sini
Biarlah di sini
Tak perlu memaksa asa
Karena, Sebelum kita lahir
Hidup ini terlalu getas untuk dipikirkan

Dik...
Akhir kata
Jadilah DEWASA

10 Jul 2009

AREMANIA

UJIAN IMNANI

Kembali
harus mengambara di hutan hijaiyah
mencari-cari bunga ma'na

Kaki ini masih saja!
gamang tuk melangkah
padahal
tanda-tanda jalan telah
kusebar setahun sebelumnya

ternyata...
Reinkarnasi imni
masih menjadi misteri
...bagiku